Selasa, 26 Juni 2012

chant lazio


Noi Semo Gente Della Capitale
E' Lazio ale, e Lazio ale
Tu sei la mejo ar monno che c'è
E' Lazio ale, e Lazio ale
E tutt'insieme je ne famo tre
E tutt'insieme je ne famo tre
 Er primo cor seconno noi je ne famo tre
Er primo cor seconno noi je ne famo tre
http://www.youtube.com/watch?v=W0lBQtrlkeQ&feature=player_embedded

I biancazurri
alè Lazio alè
alè Lazio alè
I biancazzurri
Biancazzurri alè
http://www.youtube.com/watch?v=fA0TVxJkZHM&feature=player_embedded

GIREREMO TUTTO IL MONDO
alè Lazio alè
Questo è il tempo di vincere con te
Gireremo tutto il mondo insieme a te
E più forte grideremo
Lazio alè Lazio alè Lazio alè Lazio alè
http://www.youtube.com/watch?v=T5PSVo26z7g&feature=player_embedded

Chi non salta
hey..chi non salta della roma e....eh chi non salta della roma e...
http://www.youtube.com/watch?v=ssqUfqzbBdE&feature=player_embedded


E la roma merda
E LA ROMA MERDA
E LA ROMA MERDA
E LA ROMA MERDA
FOGNA DE STA CITTà
http://www.youtube.com/watch?v=bCR0SQ-mKRo

Noi Siamo i biancoblu
 noi siamo i biancoblu
noi siamo i biancoblu
la lazio amiamo..la roma o'diamo
noi siamo biancoblu
http://www.youtube.com/watch?v=0yMFK2h3c7o&feature=related

Tutti Quanti
TUTTI QUANTI CANTANO E BEVONO...BEVONO
TUTTI QUANTI CANTANO E BEVONO PER TE...
FORZA LAZIO ALE' FORZA LAZIO ALE'
TUTTI QUANTI CANTANO E BEVONO PER TE!
http://www.youtube.com/watch?v=rnqgVyeqkcE&feature=player_embedded

Ehhh la sosteniamo
Ehh la sosteniamo
la nostra Lazio
la nostra la sosteniamo
http://www.youtube.com/watch?v=TUtv5w8y_PQ&feature=player_embedded

avanti lazio
 Sosterremo sempre più *
i colori bianco blù *
oh oh Lazio *
Lazio!! *
avanti Lazio
avanti lazio
ale lazio ale....ale...lazio ale...
* diulang
http://www.youtube.com/watch?v=TmNs9ng1XIg&feature=player_embedded

forza lazio ale
Forza Lazio alè
Forza Lazio alè
Lazio alè
Lazio alè
aleeeè Forza Lazio
Forza Lazio alè
http://www.youtube.com/watch?v=Q7UFv552_dA&feature=player_embedded#at=11

coro per cisse
Cissè (x5) l'hanno visto con la Blasi con la Blasi nel privè
http://www.youtube.com/watch?v=4B6ArVKfDfE&feature=related

Noi siamo qua, sempre con te, unica fede unica passione....
 Noi siamo qua..
sempre con te..
unica fede unica passione...
e t'amerò..
finche vivrò...
forza la Lazio forza Biancoazzurri...
http://www.youtube.com/watch?v=aWk8H9Qf6VI&feature=related

siam venuti fin qua
 siam venuti fin qua
per vedere segnare MAURII.. / SCULLI
WOOOO WOOO WOOO..
WOOO WOOO WOOO.. (2x)
http://www.youtube.com/watch?v=jytKsneSwio
(kaka version)

coro per hernanes
quando gioca segna sempre Hernanes...
Hernanes.. Hernaness..
quando gioca segna sempre Hernanes...
http://www.youtube.com/watch?v=9egTmYiZH3I&feature=related
(trezeguet version)

T’amiamo, t’amiamo, t’amiamo
T’amiamo, t’amiamo, t’amiamo
E ovunque andrai saremo, saremo, saremo…
Perchè tifiamo Lazio, la Lazio, la Lazio…
Nel modo che ci piace, ci piace, ci piace
oh oh oh oh oh oh oh oh oh oh oh oh
oh oh oh oh oh oh oh oh oh oh oh oh
http://www.youtube.com/watch?v=pnqaqoeM-40

pepepepeeee
quando cè la lazio il cielo è biancoblu
e canto sempre più e canto sempre più
voce sugli spalti e cuore in mezzo al campo
e non mi basta mai e non mi basta mai
mi schiero e avanzo sempre al tuo fianco e
mi viene voglia di cantare
pepepe...
http://www.youtube.com/watch?v=TkFokSuqFy8&feature=related

e facci un gol
e per gridare roma merda ..
e Forza Lazio fucci un gol ..
e fucci un gol 4x ..
e Forza Lazio fucci un gol ..
http://www.youtube.com/watch?v=4qdlP3c0YJQ

OHHH FORZA LAZIO
OOOOOH FORZA LAZIO
NON MOLLARE
FACCI UN GOL
E QUANDO DALLA CURVA QUESTO CORO SENTIRAI
VOLA LAZIO VOLA
NON TI LASCEREMO MAI
http://www.youtube.com/watch?v=YM6fLauCaTs

coro per klose (sama ky nada tutti quanti)
ce l'abbiamo solo noi Miro Klose
ce l'abbiamo solo noi Miro Klose gol
Miro Klose gol
Miro klose gol
ce l'abbiamo solo noi Miro Klose goll
http://www.youtube.com/watch?v=UtsJcuHoeCA

Noi siamo qui per te, ovunque andrai sarem
noi siamo qui per te,
ovunque andrai sarem,
anche se perderai io ti sosterrò,
io ti sosterrò, al tuo fianco sarò,
un passo indietro,
io mai lo farò ooo ooo ooo...
http://www.youtube.com/watch?v=IJLdF_S2qvg&feature=related

chi noi siamo
ovunque noi andiamo *
la gente vuol sapere *
chi noi siamo *
e noi glielo diciamo *
chi noi siamo.. *
siamo gli ultras della lazio e nun ce cagate er cazzo,
siamo tutti dei leoni nn rompeteci i cojoni, siamo andati al comunale,
siamo scesi giù al marassi e gli abbiam tirato i sassi e sempre lo farem,
e romanisti scappano urlando x la via "aiuto polizia, ci vogliono ammazzare,
ci vogliono ammazzare con spranghe e manganelli,
x vendicar la morte di vincenzo paparelli"..
* diulang
http://www.youtube.com/watch?v=E1yIRRHg_xw
versi inter with lyric http://www.youtube.com/watch?v=KGsmGeFWWOU

Lotito vaffanculo
Lotito..Lotito.. la sentiquesta voce?
vaffanculo...vaffanculo
http://www.youtube.com/watch?v=mOt0esS3ay0

conquesta la vittoria
aleee.. la lazio ale....
vinci insieme a noi
conquista la vittoria, conquistala per noi!
http://www.youtube.com/watch?v=5DqUZtYzCQg

SOURCE : http://laziofever.bigforumpro.com/t233-lazio-songs-and-lyrics
cek page 1-8

Senin, 25 Juni 2012

pengertian kebijakan publik dan implementasinya


pengertian
Menurut Charles O. Jones ( 1977 ) kebijakan terdiri dari komponen-komponen :
1.      Goal atau tujuan yang diinginkan.
2.      Plans   atau   proposal,   yaitu   pengertian   yang   spesifik   untuk   mencapai tujuan.
3.       Program, yaitu upaya yang berwenang untuk mencapai tujuan.
4.      Decision   atau   keputusan,   yaitu   tindakan-tindakan   untuk   menentukan  tujuan, membuat rencana, melaksanakan dan mengevaluasi program.
5.      Efek, yaitu akibat-akibat dari program ( baik disengaja atau tidak, primer atau sekunder ).
Jones memandang kebijakan publik sebagai suatu kelanjutan kegiatan pemerintah di masa lalu dengan hanya mengubahnya sedikit demi sedikit. Definisi ini dapat diklasifikasikan sebagai decision making, yaitu ketika pemerintah membuat suatu keputusan untuk suatu tindakan tertentu. Klasifikasi ini juga dapat didefinisikan sebagai intervensi negara dengan rakyatnya ketika terdapat efek dari akibat suatu program yang dibuat oleh pemerintah yang diterapkan dalam masyarakat.
Menurut Smith  di negara-negara dunia ketiga implementasi kebijakan publik justru merupakan batu sandungan terberat dan serius bagi efektivitas pelaksanaan kebijakan pembangunan di bidang sosial dan ekonomi1). Salah satu hambatannya menurut Solichin  adalah birokrasi pemerintahan belum merupakan kesatuan yang efektif, efisien, dan berorientasi kepada tujuan. Oleh karena itu, untuk memperoleh pemahaman tentang implementasi kebijakan publik, seharusnya tidak hanya menyoroti perilaku dari lembaga administrasi publik atau benda-benda publik yang bertanggung jawab atas sesuatu program dan pelaksanaannya, namun juga perlu mencermati berbagai jaringan kekuatan politik, ekonomi, dan sosial yang langsung atau tidak langsung berpengaruh terhadap perilaku yang terlibat dalam suatu program dari keluarnya suatu kebijakan public.


     Implementasi Kebijakan
Dalam  studi  kebijakan  publik,  dikatakan  bahwa  implementasi bukanlah  sekedar bersangkut  paut  dengan  mekanisme  penjabaran keputusan-keputusan politik ke dalam prosedur-prosedur rutin melalui saluran-saluran  birokrasi,  melainkan  lebih  dari  itu  implementasi menyangkut  masalah  konflik,  keputusan,  dan  siapa  yang  memperoleh apa  dari  suatu  kebijakan.  Oleh  karena  itu  tidaklah  terlalu  salah  jika dikatakan  bahwa  implementasi  kebijakan  merupakan  aspek  yang sangat penting dalam keseluruhan proses kebijakan. Pengertian yang sangat sederhana tentang implementasi adalah sebagaimana yang diungkapkan oleh Charles O. Jones (1991), dimana implementasi  diartikan  sebagai "getting  the  job  done" dan "doing  it". Tetapi  di  balik  kesederhanaan  rumusan  yang  demikian  berarti  bahwa implementasi kebijakan merupakan suatu proses kebijakan yang dapat dilakukan  dengan  mudah.  Namun  pelaksanaannya,  menurut  Jonse, menuntut adanya syarat yang antara lain: adanya orang atau pelaksana, uang  dan  kemampuan  organisasi  atau  yang  sering  disebut  dengan resources,  Lebih  lanjut  Jones  merumuskan  batasan  implementasi sebagai proses  penerimaan  sumber  daya  tambahan,  sehingga  dapat mempertimbangkan apa yang harus dilakukan. Van  Meter  dan  Horn mendefinisikan  implementasi  kebijakan sebagai berikut: “Policy implementation  encompasses  those  actions  by  public and  private  individuals (and  groups)  that  are  directed  at  the achievement  of  goals  and  objectives  set  forth  in  prior  policy decisions.  “Definisi  tersebut  memberikan  makna  bahwa implementasi  kebijakan  adalah  tindakan-tindakan  yang dilakukan  oleh  individu-individu  (dan  kelompok)  pemerintah dan swasta yang diarahkan pada pencapaian tujuan dan sasaran yang  telah  ditetapkan.  Tindakan-tindakan  ini,  pada  suatu  saat berusaha  untuk  mentransformasikan  keputusan-keputusan menjadi  pola-pola  operasional,  serta  melanjutkan  usaha-usaha tersebut untuk  mencapai  perubahan,  baik  yang  besar  maupun yang  kecil,  yang  diamanatkan  oleh  keputusan  kebijakan. Van (Meter dan Horn 1978:70) Dengan  mengacu  pada  pendapat  tersebut,  dapat  diambil pengertian  bahwa  sumber-sumber  untuk  mencapai  tujuan  yang  telah ditetapkan  sebelumnya  oleh  pembuat  kebijakan,  di  dalamnya mencakup:  manusia,  dana,  dan  kemampuan  organisasi;  yang dilakukan  baik  oleh  pemerintah  maupun  swasta  (individu  ataupun kelompok). Selanjutnya  Mazmanian  dan  Sabatier menjelaskan  lebih lanjut  tentang  konsep  implementasi  kebijakan  sebagaimana berikut: “Memahami  apa  yang  senyatanya  terjadi  sesudah  program dinyatakan  berlaku  atau  dirumuskan  merupakan  focus perhatian  implementasi  kebijakan,  yaitu  kejadian-kejadian atau  kegiatan yang  timbul  setelah  disahkannya  pedoman-pedoman  kebijakan  negara,  yaitu  mencakup  baik  usaha-usaha untuk  mengadministrasikannya  maupun  untuk  menimbulkan akibat/dampak  nyata  pada  masyarakat  atau  kejadian-kejadian." (Mazmanian dan Sabatier. 1983:20)   Berdasarkan  pada  pendapat  tersebut  di  atas,  nampak  bahwa implementasi  kebijakan  tidak  hanya  terbatas  pada  tindakan  atau perilaku  badan  alternatif  atau  unit  birokrasi  yang  bertanggung jawab untuk melaksanakan program dan menimbulkan kepatuhan dari target group,  namun  lebih  dari  itu  juga  berlanjut  dengan  jaringan  kekuatan politik  sosial  ekonomi  yang  berpengaruh  pada  perilaku  semua  pihak yang  terlibat  dan  pada akhirnya  terdapat dampak  yang  diharapkan maupun yang tidak diharapkan.
Dari defenisi  –defenisi diatas, maka penulis menyimpulkan bahwa implementasi adalah kebijakan meliputi semua tindakan yang berlangsung antara pernyataan atau perumusan kebijakan dan dampak yang dihasilkan.

Sabtu, 23 Juni 2012

teknik pengumpulan data penelitian




A. Teknik Wawancara
a. Pengertian wawancara
Wawancara merupakan suatu teknik pengumpulan data dengan jalan mengadakan komunikasi dengan sumber data. Komunikasi tersebut dilakukan dengan dialog (Tanya jawab) secara lisan, baik langsung maupun tidak langsung (I.Djumhur dan Muh.Surya, 1985).
Wawancara adalah salah satu metode untuk dapat mendapatkan data anak atau orangtua dengan mengadakan hubungan secara langsung dengan informan/face to face relation(Bima Walgito, 1987).
Wawancara adalah alat untuk memperoleh data atau fakta atau informasi dari seorang murid secara lisan (Dewa Ktut Sukardi, 1983).
Wawancara informatif adalah suatu alat untuk memperoleh fakta/data informasi dari murid secara lisan. Dengan tujuan mendapatkan data yang diperlukan untuk bimbingan (W.S.Winkel, 1995)
b. Kelebihan dan kekurangan teknik wawancara
Kelebihan
· Flexibility. Pewawancara dapat secara luwes mengajukan pertanyaan sesuai dengan situasi yang dihadapi pada saat itu. Jika dia menginginkan informasi yang mendalam maka dapat melakukan “probing”. Demikian pula jika ingin memperoleh informasi tambahan, maka dia dapat mengajukan pertanyaan tambahan, bahkan jika suatu pertanyaan dianggap kurang tepat ditanyakan pada saat itu, maka dia dapat menundanya.
· Nonverbal Behavior. Pewawancara dapat mengobservasi perilaku nonverbal, misalnya rasa suka, tidak suka atau perilaku lainnya pada saat pertanyaan diajukan dan dijawab oleh responden.
· Question Order. Pertanyaan dapat diajukan secara berurutan sehingga responden dapat memahami maksud penelitian secara baik, sehingga responden dapat menjawab pertanyaan dengan baik.
· Respondent alone can answer. Jawaban tidak dibuat oleh orang lain tetapi benar oleh responden yang telah ditetapkan.
· Greater complexity of questionnaire. Kuesioner umumnya berisi pertanyaan yang mudah dijawab oleh responden. Melalui wawancara, dapat ditanyakan hal-hal yang rumit dan mendetail.
· Completeness. Pewawancara dapat memperoleh jawaban atas seluruh pertanyaan yang diajukan.
Kelemahan :
· Mengadakan wawancara dengan individu satu persatu memerlukan banyak waktu dan tenaga dan juga mungkin biaya.
· Interview Bias. Walau dilakukan secara tatap muka, namun kesalahan bertanya dan kesalahan dalam menafsirkan jawaban, masih bisa terjadi. Sering atribut (jenis kelamin, etnik, status sosial, jabatan, usia, pakaian, penampilan fisik, dsb) responden dan juga pewawancara mempengaruhi jawaban.
· Keberhasilan wawancara sangat tergantung dari kepandaian pewawancara dalam melakukan hubungan antar manusia (human relation).
· Wawancara tidak selalu tepat pada kondisi-kondisi tempat tertentu, misalnya di lokasi-lokasi ribut dan ramai.
· Sangat tergantung pada kesediaan, kemampuan dan keadaan sementara dari subyek wawancara, yang mungkin menghambat ketelitian hasil wawancara.
· Jangkauan responden relatif kecil dan memakan waktu lebih lama dari pada angket dan biaya yang relatif yang lebih mahal.
c. Hal-hal yang tidak boleh dan boleh dilakukan dalam wawancara
Hal-hal yang harus dilakukan seorang pewawancara adalah mendengar, mengamati, menyelidiki, menanggapi, dan mencatat. Kadang-kadang ia seperti seorang penginterogasi, kadang-kadang secara tajam ia menyerang dengan menunjukkan kesalahan-kesalahan orang yang diwawancarai, kadang-kadang ia mengklarifikasi, kadang-kadang pula ia seperti pasif atau menjadi pendengar yang baik. Suksesnya suatu wawancara tergantung pada kemampuan melakukan kombinasi berbagai keterampilan sesuai dengan tuntutan situasi dan orang yang diwawancarai.
Dalam proses wawancara si pewawancara harus meredam egonya dan melakukan pengendalian tersembunyi. Pewawancara memantau semua yang diucapkan oleh dan bahasa tubuh orang yang diwawancarai, sambil berusaha menciptakan suasana santai yakni suasana yang konduksif bagi berlangsungnya wawancara. Dalam prakteknya, berbagai pikiran muncul dibenak si pewawancara ketika wawancara sedang berlangsung. Seperti : Apa yang harus saya tanyakan lagi? Bagaimana nada bicara orang yang diwawancarai ini? Dari gerak tubuh dan nada suaranya, apakah ia terlihat bicara jujur atau mencoba menyembunyikan sesuatu?
d. Kesimpulan
Wawancara adalah teknik pengambilan data melalui pertanyaan yang diajukan secara lisan kepada responden. Wawancara biasanya dilakukan jika peneliti bermaksud melakukan analisis kualitatif atas penelitiannya.
B. Teknik Observasi
a. Pengertian Observasi
Observasi adalah pengamatan langsung para pembuat keputusan berikut lingkungan fisiknya dan atau pengamatan langsung suatu kegiatan yang sedang berjalan.
b. Kebaikan dan kejelekan observasi
Kebaikan dari observasi adalah sebagai berikut :
a. Data yang dikumpulkan melalui observasi cenderung mempunyai keandalan yang tinggi. Kadang observasi dilakukan untuk mengecek validitas dari data yang telah diperoleh sebelumnya dari individu-individu.
b. Dapat melihat langsung apa yang sedang dikerjakan, pekerjaan-pekerjaan yang rumit kadang-kadang sulit untuk diterangkan.
c. Dapat menggambarkan lingkungan fisik dari kegiatan-kegiatan, misalnya tata letak fisik peralatan, penerangan, gangguan suara dan lain-lain.
d. Dapat mengukur tingkat suatu pekerjaan, dalam hal waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan satu unit pekerjaaan tertentu.
Sedangkan kekurangannya adalah sebagai berikut :
a. Umumnya orang yang diamati merasa terganggu atau tidak nyaman, sehingga akan melakukan pekerjaannya dengan tidak semestinya.
b. Pekerjaan yang sedang diamati mungkin tidak mewakili suatu tingkat kesulitan pekerjaan tertentu atau kegiatan-kegiatan khusus yang tidak selalu dilakukan atau volume-volume kegiatan tertentu.
c. Dapat mengganggu proses yang sedang diamati.
d. Orang yang diamati cenderung melakukan pekerjaannya dengan lebih baik dari biasanya dan sering menutup-nutupi kejelekan-kejelekannya.
c. Hal-hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan
Hal-hal yang perlu dilakukan dalam teknik observasi
a. Rencanakan terlebih dahulu observasi yang akan dilakukan, meliputi :
Apa yang akan diobservasi , dimana letak lokasi observasi, kapan observasi akan dilakukan, siapa yang akan melaksanakan observasi tersebut, siapa yang akan diobservasi, bagaimana melaksanakan observasi tersebut.
b. Mintalah ijin terlebih dahulu dari manajer dan atau pegawai yang terlibat
c. Bertindaklah dengan rendah hati (low profile)
d. Lengkapilah dengan catatan selama observasi
e. kaji ulang hasil observasi dengan individu-individu yang terlibat.
Yang tidak boleh dilakukan dalam observasi
a. Menggangu kerja individu yang diobservasi maupun individu lainnya.
b. Terlalu menekankan pada pekerjaan-pekerjaan yang tidak penting.
c. Jangan membuat asumsi-asumsi.
d. Kesimpulan
Observasi adalah metode yang cukup mudah dilakukan untuk pengumpulan data. Penggunanan metode ini sangat dipengaruhi oleh interesnya sang peneliti. Observasi ini lebih banyak digunakan pada statistika survei, misalnya akan meneliti kelakuan orang-orang suku tertentu. Observasi ke lokasi yang bersangkutan akan dapat diputuskan alat ukur mana yang tepat untuk digunakan .
C. Daftar Pertanyaan (Quisioner)
a. Pengertian quisioner
Daftar pertanyaan (kuisioner) adalah suatu daftar yang berisi prtanyaan-pertanyaan untuk tujuan khusus yang memungkinkan seorang analis system untuk mengumpulkan data dan pendapat dari para responden yang telah dipilih. Daftar pertanyaan ini kemudianakan dikirim kepada para responden yang akan mengisinya sesuai dengan pendapat mereka.
b. Kebaikan dan kejelekan teknik daftar pertanyaan
Keuntungan angket :
1. Bila lokasi responden jaraknya cukup jauh, metode pengumpulan data yang paling mudah adalah dengan angket.
2. Pertanyaan-pertanyan yang sudah disiapkan adalah merupakan waktu yang efisien untuk menjangkau responden dalam jumlah banyak.
3. Dengan angket akan memberi kesempatan mudah pada responden untuk mendiskusikan dengan temannya apabila menemui pertanyaan yang sukar dijawab.
4. Dengan angket responden dapat lebih leluasa menjawabnya dimana saja, kapan saja, tanpa terkesan terpaksa.
Kelemahan angket :
1. Apabila penelitian membutuhkan reaksi yang sifatnya spontan dengan metode ini adalah kurang tepat.
2. Metode ini kurang fleksibel, kejadiannya hanya terpancang pada pertanyaan yang ada.
3. Jawaban yang diberikan oleh responden akan terpengaruh oleh keadaan global dari pertanyaan. Sangat mungkin jawaban yang sudah diberikan di atas secara spontan dapat berubah setelah melihat pertanyaan dilain nomor.
4. Sulit bagi peneliti untuk mengetahui maksud dari apakag sudah responden sudah terjawab atau belum.
5. Ada kemungkinan terjadi respons yang salah dari responden. Hal ini terjadi karena kurang kejelasan pertanyaan atau karena keragu-raguan responden menjawab.Hal-hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan dalam teknik quisioner
c. Harapan karakteristik pertanyaan pada angket
- Tujuan yang akan diteliti harus jelas disusun dalam pertanyaan.
- Konfidensial : Data yang diberikan responden merupakan rahasia informasi yang dapat dipercaya.
- Anonim : Nama dari responden seyogyanya bukan menjadi masalah yang penting dalam penelitian.
- Pertanyaan mudah dipahami oleh responden.
- Spesifik : Pertanyaan harus dirumuskan secara spesifik dan jelas.
- Ambigiositas : Bila pertanyaan bersifat mendua arti akan menyulitkan bagi responden untuk menjawabnya.
Contoh : Anda suka naik gunung dengan sepeda dan naik kuda?
Disini dua pertanyaan ditanyakan bersama.
- Faktual : Pertanyaan seyogyanya bersifat meminta fakta bukan opini.
Contoh : beberapa orang terbunuh dalam peperangan itu?(fakta)
Bagaimana pendapat anda pada pembunuhan itu. (opini)
- Ketidakjelasan atau kesamaran : Pertanyaan seyogyanya tidak mengandung ketidak jelasan atau samar-samar keraguan.
Contoh : Pada suatu pertandingan sepak bola, anda suka bila ada taruhannya?
- Pertanyaan seyogyanya tidak memberi petunjuk responden terarah pada suatu masalah tertentu.
Contoh : Bukankah anda berfikir bahwa menambah dosis obat yang diminum membahayakan, bukan?
- Pertanyanan hendaknya tidak mempersukar responden untuk menjawabnya.
Contoh : Berapa kali anda setiap hari mandi atau sikat gigi?
- Pertanyaan hendaknya jangan bersifat pribadi. Kecuali kalau perlu sekali, hindari pertanyaan yang bersifat pribadi.
Contoh : Apakah anda suka kawin lagi ?
- Pertanyaan hendaknya tidak terlalu panjang, seyogyanya singkat dan jelas.
- Petanyaan hendaknya besifat logis.
Tanpa bertanya “apakah anda mempunyai TV?” Sudah ditanya “Program TV apa yang anda suka?”
d. Kesimpulan
Kuesioner (angket) merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberikan seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya, dimana peneliti tidak langsung bertanya jawab dengan responden.
Karena angket dijawab atau diisi oleh responden dan peneliti tidak selalu bertemu langsung dengan responden, maka dalam penyusuna angket perlu diperhatikan beberapa hal. Pertama, sebelum butir-butir pertanyaan atau pernyataan ada pengantar atau petunjuk pengisian. Kedua, butir-butir pertanyaan dirumuskan secara jelas menggunakan kata-kata yang lazim digunakan (popular), kalimat tidak terlalu panjang. Dan Ketiga, untuk setiap pertanyaan atau pernyataan terbuka dan berstruktur disediakan kolom untuk menuliskan jawaban atau respon dari responden secukupnya.
D. Teknik Pengumpulan sampel (sampling)
a. Pengertian pengumpulan sampel
Sampling adalah “…the process of choosing a representative portion of a population. If contrasts especially with the process of complete enumeration, in which every member of the defined population is included…” (Cristina P. Parel et.al. : 1973).
Sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti. Dinamakan penelitian sampel apabila kita bermaksud untuk menggeneralisasikan hasil penelitian sampel.
b. Kebaikan dan kejelekan sampel
Ada beberapa keuntungan jika kita menggunakan sampel yaitu:
a. Penelitian sampel dapat dilakukan lebih cepat dan lebih murah. Karena sampel itu lebih kecil dari seluruh populasi maka pengumpulan dan pengolahan data dilakukan lebih cepat. Selanjutnya karena sample hanya merupakan bagian saja dari populasi maka biaya pengumpulan informasi menjadi lebih rendah.
b. Penelitian sampel dapat menghasilkan informasi yang lebih komprehensif. Sebuah sampel yang kecil dapat diselidiki secara lebih teliti dan lebih mendalam, sedangkan untuk suatu populasi yang besar, biaya penyelidikannya akan tidak terbayar.
c. Penelitian sampel lebih akurat. Suatu kelompok kecil peneliti dengan keterampilan tinggi akan melakukan lebih sedikit kesalahan dalam pengumpulan dan pengolahan data daripada kesalahan yang akan dilakukan oleh suatu kelompok yang besar.
d. Oleh karena penghematan yang diperoleh dalam waktu dan biaya maka dengan penelitian sampel dimungkinkan untuk menyedikan populasi yang lebih besar dan lebih bervariasi daripada yang dapat dilakukan dalam waktu dan dengan biaya yang sama, apabila yang dikerjakan itu adalah enumerasi lengkap (Ronny Haditijo Soemantro, 1985: 42).
Kekurangan dari pengumpulan data berdasarkan teknik sampel adalah kurang hasil yang kurang akurat karena kemungkinan terpilihnya item-item yang tidak mewakili dari populasi yang diteliti karena pengumpulan sampel sacara random.
c. Teknik-teknik pengumpulan sampel
a. Sampel random atau sample acak, sampel campur
Teknik sampling ini diberi nama demikian karena di dalam pengambilan sampelnya, peneliti “mencampur” subyek-subyek di dalam populasi sehingga semua subyek dianggap sama. Dengan demikian maka peneliti memberi hak yang sama kepada setiap subyek untuk memperoleh kesempatan (chance) dipilih menjadi sampel. Oleh  karena hak setiap subyek sama, maka peneliti terlepas dari perasaan ingin mengistimewakan satu atau beberapa subyek untuk dijadikan sampel.
b. Sampel berstrata atau stratified sample
Apabila peneliti berpendapat bahwa populasi terbagi atas tingkatan-tingkatan atau strata, maka pengambilan sample tidak boleh dilakukan secara random. Adanya strata, tidak boleh diabaikan, dan setiap strata harus diwakili sebagai sampel.
c. Sampel wilayah atau area probability sample
Seperti halnya pada sampel berstrata dilakukan apabila ada perbedaan antara strata yang satu dengan strata lain, maka kita lakukan sampel wilayah apabila ada perbedaan ciri antara wilayah yang satu dengan wilayah yang lain.
d. Sampel proporsi atau proportional sample, atau sample imbangan
Teknik pengambilan sample proporsi atau sampel imbangan ini dilakukan untuk menyempurnakan penggunakan teknik sampel berstrata atau sampel wilayah. Ada kalanya banyaknya subyek yang terdapat pada setiap strata atau setiap wilayah tidak sama. Oleh karena itu, untuk memperoleh sampel yang representative, pengambilan subyek dari setiap strata atau setiap wilayah ditentukan seimbang atau sebanding dengan banyaknya subyek dalam masing-masing strata atau wilayah.
e. Sampel bertujuan atau purposive sample
Sampel bertujuan dilakukan dengan cara mengambil subyek bukan didasarkan atas strata, random atau daerah tetapi didasarkan atas adanya tujuan tertentu. Teknik ini biasanya dilakukan karena beberapa pertimbangan, misalnya karena alasan keterbatasan waktu, tenaga, dan dana sehingga tidak dapat mengambil sampel yang besar dan jauh. Walaupun cara seperti ini diperbolehkan, yaitu peneliti bisa menentukan sampel berdasarkan tujuan tertentu, tetapi ada syarat-syarat yang harus dipenuhi:
1. pengambilan sampel harus didasarkan atas ciri-ciri, sifat-sifat atau karakteristik tertentu, yang merupakan ciri-ciri pokok populasi.
2. subyek yang diambil sebagai sample benar-benar merupakan subyek yang paling banyak mengandung ciri-ciri yang terdapat pada populasi (key subyectis).
3. penentuan karakteristik populasi dilakukan dengan cermat di dalam studi pendahuluan.
f. Sampel kuota atau quota sample
Teknik sampling ini juga dilakukan tidak mendasarkan diri pada strata atau daerah, tetapi mendasarkan diri pada jumlah yang sudah ditentukan. Dalam mengumpulkan data, peneliti menghubungi subyek yang memenuhi persyaratan ciri-ciri populasi, tanpa menghiraukan dari mana asal subyek tersebut (asal masih dalam populasi). Biasanya yang dihubungi adalah subyek yang mudah ditemui, sehingga pengumpulan datanya mudah. Yang penting diperhatikan di sini adalah terpenuhinya jumlah (quotum) yang telah ditetapkan.
g. Sampel kelompok atau cluster sample
Di masyarakat kita jumpai kelompok-kelompok yang bukan merupakan kelas atau strata. Dalam membicarakan masalah persekolahan, kita jumpai adanya kelompok sekolah SD, SLTP, SLTA. Kelompok-kelompok tersebut dapat dipandang sebagai tingkatan atau strata.
Demikian pula kelompok pegawai negeri, anggota ABRI, pedagang, petani, nelayan, dan sebagainya, kita tidak dapat memandanginya sebagai strata, tetapi kelompok. Inilah yang disebut cluster. Di dalam menentukan jenis cluster atau kelompok harus dipertimbangkan dengan masak-masak apa ciri-ciri yang ada.
h. Sampel kembar atau double sample
Sampel kembar adalah dua buah sampel yang sekaligus diambil oleh peneliti dengan tujuan untuk melengkapi jumlah apabila ada data yang tidak masuk dari sampel pertama, atau untuk mengadakan pengecekan terhadap kebenaran data dari sampel pertama. Biasanya sampel pertama jumlahnya sangat besar sedangkan sampel kedua yang untuk mengecek, jumlahnya tidak begitu besar (Prof. Dr. Suharsini Arikunto, 2006: 133-142).
d. Kesimpulan
Apabila peneliti ingin mendapatkan semua liku-liku dan semua elemen yang ada dalam wilayah penelitian atau dalam suatu populasi sangat mudah untuk mengumpulkan data hanya dengan teknik sampling ini.